Showing posts with label BERITA. Show all posts
silhkan didownload disini
Whats? Dokter Terlibat Penyiksaan Tahanan AS?
15:53 by Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Unipa Sby
Para
dokter dan perawat yang bekerja di bawah militer Amerika Serikat
terlibat dalam penyiksaan tersangka teroris, menurut laporan independen
di AS.
Studi menyebutkan para staf medis membantu merancang dan
berpartisipasi dalam ‘penyiksaan dan perlakuan kejam, tidak
berperikemanusiaan’ terhadap tahanan.
Laporan disusun oleh sebuah panel independen yang terdiri dari militer, kesehatan, etika dan pakar hukum.
Baik badan intelijen CIA dan Pentagon menyanggah temuan dalam laporan itu.
Studi selama dua tahun itu dilakukan oleh Institute of Medicine dan Yayasan Open Society yang didanai oleh George Soros.
Laporan menyebutkan perlakuan kejam dimulai di penjara Amerika di
Afghanistan, Teluk Guantamo di Kuba, dan tahanan rahasia CIA setelah
serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.
Salah seorang penulis laporan, Leonard Rubenstein, mengatakan kepada
program Newsday BBC bahwa studi mengungkap “warisan penyiksaan dan
perlakukan kejam tahanan di Guantanamo dan tempat lain dalam komunitas
medis.”
“Apa yang kami temukan adalah departemen pertahanan dan CIA merubah
standar etika untuk memfasilitasi keikutsertaan tenaga kesehatan
profesional dalam perlakuan kejam tahanan. Dan tindakan itu masih
terjadi,” kata Rubenstein.
‘Disuap paksa’
Sejumlah praktek seperti waterboarding atau menenggelamkan
kepala tahanan telah dilarang, namun tenaga medis masih diminta untuk
melakukan suap paksa tahanan termasuk mereka yang mendekam di
Guantanamo.
“Satu (contoh) adalah penggunaan dokter untuk menyuap paksa tahanan
dan menggunakan kursi yang mengikat (tahanan) dan cara itu melanggar
kode etik dalam Asosiasi Medis Dunia dan kelompok medis Amerika,” kata
Rubenstein dari pusat hak asasi dan kesehatan masyarakat Universitas
John Hopkins.
Sejumlah tahanan menggambarkan suap paksa sangat sakit dan menyebabkan mereka muntah.
“Mereja juga terlibat dalam interogasi dan tenaga kesehatan mencari sisi lemah (tahanan) yang dapat dieksploitasi,” tambahnya.
Pejabat CIA, Dean Boyd, mengatakan laporan itu “mengancung ketidakakuratan serius dan kesalahan dalam kesimpulan.”
Sementara juru bicara Pentagon menggambarkan para dokter dan perawat di Guantanamo sebagai tenaga profesional. Hem, sobat UKKI, sekarang kita sudah tahu siapa Amerika sebenarnya,....(bbc, 4/11/2013)
Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Pratikno mengatakan
hingga saat ini aset negara sekitar 70–80 persen telah dikuasi bangsa
asing.
“Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa
dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh
aset akan jatuh ke tangan orang asing,” katanya saat membawakan arahan
pada Seminar Nasional yang diselenggarakan Keluarga Alumni UGM (KAGAMA)
menyambut pra Munas XII 2014 di Kendari, Sabtu.
Ia mencontohkan, aset di bidang perbankan misalnya, bangsa asing telah menguasai lebih dari 50 persen.
Begitu pula di sektor lain seperti migas dan batu bara antara 70-75
persen, telekomunikasi antara 70 persen dan lebih parah lagi adalah
pertambambangan hasil emas dan tembaga yang dikuasi mencapai 80-85
persen.
“Kecuali sektor perkebunan dan pertanian dalam arti luas, asing baru
menguasai 40 persen. Namun demikian kita harus waspada agar tidak semua
aset negara itu harus dikuasi asing,” katanya.
Oleh karena itu, kata Rektor UGM itu, untuk mempertahankan aset-aset
yang belum dikuasai asing tersebut, perlu kebijakan dan terobosan yang
lebih hati-hati dalam melahirkan keputusan sehingga aset yang belum
dikuasi itu tetap milik bangsa Indonesia.
Ia mengatakan, memang sebuah ironi apabila rakyat Indoneia masih belum merasakan wujud kemakmuran merata dan berkeadilan.
Di usia kemerdekaan 68 tahun, meskipun kaya raya dengan sumber daya
alam namun hingga kini masih banyak didaulat oleh perusahaan negara
asing.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga hadir
pada seminar nasional dengan judul Otonomi daerah dan konflik
Pengelolaan Lahan mengatakan di era otonomi daerah saat ini seakan
menjadi anak tiri yang selalu disalahkan.
“Pertanyaan saya bahwa, apa yang salah dengan otonomi daerah. Atau
jangan-jangan kita lebih suka kembali ketata kelola pemerintahan yang
sentralistis dan otoriter,” katanya.
Menurut mantan anggota DPR-RI dari PDIP itu, langkah yang harus
diambil untuk memwujudkan kedaulatan pangan khususnya daerah yang saat
ini dipimpinnya di antaranya mengendalikan laju alih fungsi lahan
pertanian ke non pertanian.
Untuk itu, kata Ganjar, seminar nasional ini diharapkan melahirkan
kebijakan baru yang bisa diwujudkan dalam upaya pemandirian bangsa.
(antaranews.com, 10/11/2013)
Hemmm, sobat. Sudah tahu berita terbaru? tentang ppenyadapan Amerika terhadap Indonesia. Meski penyadapan yang dilakukan Amerika terhadap Indonesia melanggar
kedaulatan, namun menurut Muhajir Effendi, pemerintah tidak dapat
berbuat lebih dari sekedar memberikan nota protes. “Jadi ini masalahnya
teknologi maupun political bargain kita powerless,” ungkapnya seperti dilansir Tabloid Media Umat Edisi 115 Jum’at (8-21 Nopember).
Menurutnya, praktek penyadapan semacam ini termasuk tindakan ilegal dan bisa dikatagorikan sebagai international cyber crime.
Tuduhan Serendah rendahnya, untuk tindakan itu adalah melanggar etika
diplomasi. Tentu tindakan itu dapat dikategorikan melanggar kedaulatan
negara. “Kecuali yang menjadi sasaran adalah pejabat negara musuh dan
dalam keadaan perang,” tegasnya.
Muhajir juga menegaskan seharusnya lebih dari sekedar protes.
“Masalahnya, adakah kemampuan kita untuk melakukan itu? Pelanggaran
kedaulatan yang lebih parah dari itu saja kita tidak berdaya. Misalnya
pelanggaran laut oleh kapal-kapal selam dan pelanggaran wilayah udara
oleh pesawat tempur siluman negara lain yang selama ini tidak terendus
oleh kemampuan radar yang kita punya,” bebernya.
Makanya, menurut Muhajir, ada langkah yang cukup tepat yang dilakukan
Kemenhan yaitu melengkapi BAIS dengan teknologi anti sadap. Hanya
sayang alat itu dibeli dari perusahaan Inggris, tidak dibikin sendiri.
artinya kunci rahasia teknologi itu tetap di tangan orang lain. Tidak
bisa dijamin berfungsi 100%.
“Dan jangan sampai disalah gunakan, misalnya digunakan untuk
menghindari penyadapan oleh KPK sehingga kalau ada korupsi di lingkungan
Kemenhan bisa tidak terendus,” pungkasnya.
Wah, kalo pertahanan keamanan dan bargain position pemerintah Indonesia rendah, maka selamanya kita akan diobk-obok oleh negara lain? Mau?...
Orang
tua merasa khawatir dengan video musik yang saat ini dinilai terlalu
mengumbar seksualitas dan kekerasan, demikian dikatakan pendiri situs
pengasuhan.
Siobhan Freegard, dari jejering Netmums, mengatakan orangtua menganggap tampilan video musik sudah kelewat batas.
Pada sebuah survei yang dilakukan kepada sekitar 1.500 anggota situs
tersebut, sebanyak 82% mengatakan anak mereka bernyanyi lirik bernada
seksual bahkan tanpa mengetahui apa artinya.
Dan tiga per empat dari responden mengatakan mereka mencoba untuk mencegah anak-anak menonton video musik.
Freegard mengatakan orangtu merasa sangat marah ketika anak mereka
terpapar tontonan “cabul” itu pada program televisi yang disiarkan
sebelum pukul 21.00, dalam periode waktu menonton keluarga.
“Orangtua modern tidak munafik, mereka sadar bahwa hal yang berbau seks itu menjual,” katanya.
“Tetapi ada perasaan yang sangat kuat bahwa hal ini terlampau
melewati batas. Memberitahu kepada anak muda bahwa seks dan kekerasan
adalah sesuatu yang bisa dijadikan inspirasi adalah sebuah kesalahan
besar.”
“Dieksploitasi”
Sebesar 75% responden yang memiliki anak perempuan mengatakan tiap
gerakan seksual yang dilakukan oleh penyanyi pop, memberikan pelajaran
bagi anak perempuan bahwa mereka “akan dinilai dari penampilan, bukan
dari prestasi dan kepribadian.”
Sebanyak setengah dari responden yang memiliki anak laki-laki
mengatakan mereka takut bahwa cuplikan gambar yang eksplisit membuat
mereka meyakini bahwa anak perempuan “selalu tersedia untuk memberi
layanan seksual” dan bahwa kaum perempuan harus memiliki “bentuk tubuh
layaknya bintang porno”.
Sekitar 1.500 anggota situs pengasuhan ini berpartisipasi dalam
survei daring ini bulan lalu, tak lama setelah munculnya banyak protes
atas video musik dan penampilan panggung terbaru Miley Cyrus.
Penyanyi Irlandia Sinead O’Connor baru-baru ini memperingatkan agar
mantan bintang cilik itu untuk tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan
oleh bisnis musik.
Dua-pertiga dari orangtua yang disurvei setuju bahwa penyanyi muda perempuan cenderung dieksploitasi.
Membela aksi kontroversialnya baru-baru ini, Miley Cyrus mengatakan
orang-orang “terlalu banyak berpikir” tentang apa yang telah ia lakukan.
Dia mengatakan dia hanya ingin berusaha untuk “membuat sejarah”. (bbc,
7/11/2013)
Mediaumat.com-
Islamofobia ternyata masih tumbuh subur di New York, Amerika Serikat.
Hal ini dialami seorang bocah Muslim yang ditolak naik bus dan dituduh
teroris, hanya karena membaca "Bismillah".Diberitakan New York Post awal pekan ini, insiden yang dialami bocah berusia 10 tahun itu terjadi Oktober tahun lalu, dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-11. Saat itu dia hendak pulang sekolah dari Sheepshead Bay ke Brooklyn, naik bus B-39 pukul 2.45 sore. Saat hendak naik, kartu busnya hilang. Dia kemudian membaca basmalah, "Bismillaahirrahmanirahim -dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang" dan menemukan kartunya. Mendengar bocah itu berbicara bahasa Arab, sopir bus tiba-tiba meradang dan membanting pintu bus. "Sopir lalu mengatakan 'Pergi Kamu!!' dan menggunakan kata-T," kata pengacara keluarga tersebut Hyder Naqvi. Kata-T adalah sebutan untuk "teroris". Akibat tindakan tersebut, bocah itu trauma dan tidak berani lagi naik transportasi umum. Belakangan, bocah ini marah dan mengadukannya kepada orangtuanya yang langsung mengajukan gugatan ke pengadilan. "Dia memang masih muda, tapi cukup dewasa untuk tahu apa itu diskriminasi," kata Naqvi. Bersama orangtuanya, bocah itu mengajukan gugatan sipil. Kasus ini juga telah ditindaklanjuti oleh Badan Transportasi Metropolitan (MTA) New York yang langsung menyambangi keluarga tersebut. MTA membawakan beberapa foto supir untuk diidentifikasi. Kasus ini masih terus diselidiki. MTA belum bisa dimintai konfirmasi terkait hal ini. [] (viva/fm) |
Subscribe to:
Posts (Atom)


Mediaumat.com-
Islamofobia ternyata masih tumbuh subur di New York, Amerika Serikat.
Hal ini dialami seorang bocah Muslim yang ditolak naik bus dan dituduh
teroris, hanya karena membaca "Bismillah".